Conditional sentence type 2, atau second conditional sentence adalah kalimat pengandaian yang digunakan untuk mengungkapkan ketika konsekuensi atau hasilnya bisa terwujud walaupun kemungkinannya sangat kecil untuk hal itu terwujud. Baik “if I were” maupun “if I was” semuanya grammatically correct, namun tergantung konteksnya. “If I were” digunakan pada unreal situation, sedangkan “if I was” statusnya acceptable bagi Cambridge University di English learning test-nya, namun tidak bagi ETS (English Testing Service). Cambridge University accepts ‘If I was Oke sedikit mengulang saja conditional sentence type 2 adalah kalimat. Conditional sentences kalimat bersyarat adalah kalimat yang mengekspresikan implikasi faktual atau situasi hipotetis dan konsekuensinya. Would you spend would you have spent. Materi conditional sentences yang telah dipelajari tidak akan benar benar dipahami tanpa latihan soal. The fact is : “I am not a teacher, I don’t give present to students”. The fact is in present tense because the situation of if conditional type 2 is present situation. Other examples. At this moment, if I met my teacher, I would ask him many questions. Fact: I don’t meet my teacher. Conditional sentence adalah kalimat pengandaian (bersyarat). Conditional sentence dibagi atas 4 tipe, yaitu type 0,1,2,3. Dengan kata lain, kenyataan yang terjadi adalah kebalikannya dari apa yang diungkapkan oleh kalimat yang menggunakan conditional sentence ini. Yuk, pahami conditional sentence lebih dalam lagi di sini! Conditional Sentence Type 3. source: giphy.com. Pengertian dan Rumus. Dalam kalimat Bahasa Inggris, conditional sentence ini diawali dengan kata encLr.

conditional sentence type 2 adalah