Foto: onislam.net. Berprasangka Baik kepada Allah. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah riwayat dituturkan Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin Jilid 4 bab al-Khauf wa al-Raja', tentang harapan akan ampunan Ilahi bagi seorang Bani Israil yang dimasukkan ke dalam neraka selama 1.000 tahun. Dia terus menjerit memanggil nama Allah.
Syekh ShAleh Al-Fauzan hafizahullah berkata: "Prasangka yang baik kepada Allah seharusnya disertai meninggalkan kemaksiatan. Kalau tidak,maka itu termasuk sikap merasa aman dari azab Allah. Jadi, prasangka baik kepada Allah harus disertai dengan melakukan sebab datangnya kebaikan dan sebab meninggalkan kejelekan, itulah pengharapan yang terpuji.
"Aku sesuai prasangka hambaku kepadaku. Jika prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya." (HR. Muslim no.4849) " dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku." (QS. Maryam 19:4) "Work Hard, Stay Positive, and good things will happen"
Maksud dari Allah sesuai prasangka hambanya dapat berupa: Siapa merasa dirinya pendosa & meyakini Allah Maha Pengampun, niscaya Allah memaafkannya. Siapa merasa rendah di hadapan Allah & meyakini Dia Maha Tinggi, maka Allah meluhurkannya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Allah Ta'ala berfirman : Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di
Sebagai manusia yang selalu taat pada tuhannya sebaiknya kita berhusnuzan kepada Allah dimana dialah dzat yang maha segalanya, pengertian kata husnuzan yaitu ''Husnu'' yang berarti baik dan kata ''Az Zan'' yang berarti prasangka jika di artikan menjadi prasangka baik. Sifat inilah yang harus di tanamkan di dalam diri semua umat muslim di dunia agar kehidupan […]
sB8hA.
aku sesuai prasangka hambaku pinterest